Jalan Raya Serdang-Bojonegara Dilebarkan Dua Meter

Jalan Raya Serdang-Bojonegara Dilebarkan Dua Meter
BAKAL DILEBARKAN: Menteri PU Dody Hanggodo berdiskusi dengan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau jalan raya Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) yang darurat kemacetan, Senin (6 Juli 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung jalan raya Serdang Bojonegara Merak (SBM) yang mengalami darurat kemacetan.

Dalam peninjauan itu terungkap pemerintah pusat hanya mampu melakukan penambahan pelebaran jalan mencapai dua meter, satu meter untuk sisi kiri dan satu meter untuk sisi kanan.

Doddy mengatakan, saat ini lahan yang dapat dimanfaatkan hanyalah sempadan jalan sehingga pemerintah hanya mampu menambah pelabaran hanya dua meter dan panjangnya mencapai 32 kilometer.

“Sementara waktu lahan yang tersedia itu adalah sempadan. Jadi kita lebarkan 1 meter 1 meter, nanti total lebarnya menjadi 11 meter,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (6 Juli 2026).

BACA JUGA : Pendaftar di SMP Negeri Overload

Ia menjelaskan, untuk mengurai kemacetan, pemerintah menargetkan pelebaran jalan menjadi empat lajur dengan panjang ruas yang akan ditangani mencapai hampir 32 kilometer.

Detail engineering design (DED) untuk pelebaran empat lajur telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. “Tinggal mencari sumber pendanaannya.

Untuk pembebasan lahan akan dibantu oleh Pak Wakil Bupati (Muhammad Najib Hamas) dan Pak Gubernur (Andra Soni),” jelasnya.

Doddy menuturkan, pelebaran ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh padatnya lalu lintas kendaraan industri. “Kami tetap mengutamakan masyarakat setempat.

BACA JUGA : Pelajar di Cikulur Latihan Silat untuk Alihkan Diri dari Medsos

Anak sekolah, warga yang ke rumah sakit, dan pengguna jalan lainnya harus tetap bisa menggunakan jalan ini dengan aman,” paparnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena lebarnya tidak sesuai standar kawasan industri.

“Beberapa kali kami melakukan diskusi dan menyampaikan usulan serta keluhan masyarakat. Jalan ini sangat tidak standar untuk kawasan yang ditargetkan menjadi pusat industri.

Secara eksisting kawasan ini berdampingan dengan pelabuhan, pertambangan, permukiman, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA : Perangi Kejahatan Digital, IASC Tutup 12.824 Pinjol Ilegal

Ia menjelaskan, diperlukan upaya serius untuk melebarkan jalan agar lalu lintas dapat direkayasa dengan baik. Saat ini kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah direspon oleh Pak Menteri. Hari ini beliau langsung datang bersama jajarannya, setelah sebelumnya jajaran Kementerian PU juga telah berdiskusi dengan kami,” katanya.

Andra menuturkan, penyelesaian pelebaran jalan ini harus dilakukan melalui kolaborasi baik dengan masyarakat hingga dengan pihak industri. “Industri juga punya kepentingan agar biaya logistik murah sehingga daya saing tetap terjaga,” ujarnya.

Untuk tahap awal, lahan yang tersedia hanya 1 meter di sisi kanan dan 1 meter di sisi kiri. Lahan tersebut akan langsung dimanfaatkan.

BACA JUGA : 1.800 Truk Tambang Seliweran Tiap Hari

Sementara untuk target empat lajur, Pemerintah Provinsi Banten tahun ini telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“DED ini nanti akan diketahui kebutuhan lahannya berapa, dan berapa biaya pembangunannya. Insyaallah akhir tahun ini selesai,” jelasnya.

Sementara, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, pelebaran Jalan Bojonegara menjadi empat lajur beserta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

“Ini karena jalur penting. Menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat maupun dunia industri,” ujarnya.

BACA JUGA : Autokritik Gerakan, Krisis Amal Usaha Pendidikan, dan Jalan Panjang Menjemput Kebangkitan

Ia menjelaskan, jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan industri, warga, pelajar, dan akses menuju fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas rawan dan membahayakan pengguna jalan.

“Nanti setelah DED baru kita akan diskusi dengan dinas terkait. Termasuk PJU ini menjadi bagian dari satu kesatuan pembangunan,” katanya.

Diketahui, jalan raya SBM merupakan akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan industri, kendaraan umum, warga, anak sekolah, serta ambulans menuju fasilitas kesehatan.

Kondisi ini menyebabkan kemacetan cukup parah, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. sepanjang ruas jalan juga terdapat kawasan industri, pelabuhan, dan lokasi tambang batu yang berkontribusi terhadap tingginya volume kendaraan berat. (andika)

Pos terkait