BANTENRAYA.CO.ID – SMKN 1 Kota Serang menggelar In House Training (IHT) selama tiga hari, Rabu-Jumat (9-11 September 2026).
Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga menyamakan persepsi seluruh unsur sekolah dalam menyusun program kerja dan anggaran.
IHT dibuka Kepala KCD Serang-Cilegon Syadeli dan diikuti jajaran manajemen, guru, serta tenaga kependidikan SMKN 1 Kota Serang.
Sejumlah materi diberikan selama kegiatan, mulai dari penguatan karakter dan kerja sama hingga evaluasi hasil rapor pendidikan sekolah, khususnya pada aspek numerasi dan pembelajaran.
BACA JUGA : Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang
Kepala SMKN 1 Kota Serang Untung Supriyanto mengatakan, IHT menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus perencanaan sekolah agar seluruh program yang disusun memiliki arah yang jelas dan sesuai dengan visi-misi sekolah.
Sekolah harus menyusun rencana kegiatan dan anggaran atau RKAS, baik untuk jangka panjang (8 tahunan), jangka pendek (4 tahunan), maupun untuk tahun depan.
“Sebelum menyusun RKAS, visi dan misi sekolah harus dibedah terlebih dahulu supaya kita memiliki satu persepsi, sekolah ini ingin menjadi seperti apa,” kata Untung.
Menurut dia, penyusunan RKAS tidak semata-mata menjadi urusan guru dan tenaga kependidikan. Orang tua siswa juga perlu dilibatkan agar perencanaan sekolah mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
BACA JUGA : Tim Dosen Untirta Kembangkan Rumah Aspirasi Digital untuk Perkuat Fungsi BPD Desa Menes
“Penyusunan RKAS tidak hanya dihadiri oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan orang tua siswa. Jadi, perencanaan yang dibuat merupakan kesepakatan dan kebutuhan bersama,” ujarnya.
Untung menjelaskan, perencanaan sekolah disusun dalam beberapa tahapan, mulai dari rencana jangka panjang hingga program tahunan.
Rencana jangka panjang merupakan gambaran atau cita-cita sekolah yang disusun untuk periode delapan tahun, termasuk di dalamnya standar kompetensi guru, sarana dan prasarana, standar lulusan, standar penilaian, dan berbagai aspek lainnya.
Sementara rencana jangka pendek disusun untuk periode empat tahun dan kemudian dijabarkan dalam program kerja tahunan. Rencana jangka panjang merupakan mimpi sekolah yang ingin kita capai dalam delapan tahun.
BACA JUGA : Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang
Kemudian ada rencana empat tahunan dan program kerja setiap tahun. Semua itu harus saling berkaitan.
Ia menambahkan, salah satu target penting dari proses perencanaan tersebut adalah menyusun anggaran sekolah untuk 2027 secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan prioritas. Sebab kegiatan tahun 2026 ini juga disusun pada tahun 2025.
“Goal-nya sekarang adalah bagaimana kita bisa menyusun anggaran 2027 dengan baik, berdasarkan visi-misi dan kebutuhan sekolah, bukan sekadar membuat anggaran karena kegiatan itu memang ada setiap tahun,” katanya.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum SMKN 1 Kota Serang Hamdan Wahyudi mengatakan, materi IHT juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama dan budaya positif di lingkungan sekolah.
BACA JUGA : Pendapatan Pariwisata Hilang Rp5 Miliar
Pada materi awal, peserta mendapatkan penguatan mengenai character building, khususnya membangun kerja sama antarpersonal agar tidak muncul sikap saling menyalahkan maupun ego sektoral.
“Di sekolah kita tidak bisa berdiri sendiri. Semua membutuhkan bantuan orang lain. Karena itu, salah satu yang kita bangun adalah bagaimana kerja sama bisa semakin kuat dan kita tidak saling menyalahkan atau mengedepankan ego masing-masing,” ujar Hamdan.
Menurut Hamdan, penguatan kompetensi juga dilakukan dengan melihat hasil Rapor Pendidikan SMKN 1 Kota Serang. Aspek yang masih berada pada kategori kurang atau sedang menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui program pembelajaran.
“Pada Jumat, salah satu materi yang kita bahas adalah Rapor Pendidikan. Ada beberapa nilai yang masih kurang atau sedang, terutama numerasi dan pembelajaran. Itu yang kemudian kita ambil untuk diperkuat,” katanya.
BACA JUGA : Ambil Gambar GAK, Lima Jurnalis Hilang Kontak
Hamdan menilai penguatan numerasi dan literasi menjadi penting karena keduanya berkaitan erat dengan proses pembelajaran siswa.
Numerasi dan literasi sangat berkaitan sehingga keduanya harus diperbaiki secara bersamaan. “Jadi, itu yang lebih kita kuatkan agar pembelajaran ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, IHT juga menargetkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar serta meningkatkan kedisiplinan dalam proses pembelajaran.
Tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekolah.
BACA JUGA : 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis
“Goal-nya bapak dan ibu guru bisa menyusun modul ajar dengan baik, mendekati kesempurnaan atau idealnya sebuah modul pembelajaran. Termasuk kedisiplinan dalam mengajar dan kinerja tenaga kependidikan,” kata Hamdan.
Ia berharap IHT tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan selama tiga hari, tetapi memberikan perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Juga diharapkan akan semakin tumbuh kekompakan pada semua elemen yang ada di sekolah.
“Kita terus belajar karena pengetahuan itu tidak boleh stagnan. Harapannya setelah kegiatan ini bapak dan ibu guru bisa jauh lebih baik dari sebelumnya, semangatnya tumbuh lagi, dan kekompakannya juga semakin kuat,” ujarnya. (tohir)





