BANTENRAYA.CO.ID – Seratus orang calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Kabupaten Lebak mulai mendatangi Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Senin (14 Juli 2025).
Lokasi itu yang rencananya akan digunakan sebagai tempat sekolah rakyat di Kabupaten Lebak. Para calon siswa tersebut turut didampingi oleh orang tua dan berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak.
Para siswa yang mendaftar ke sekolah rakyat sendiri merupakan siswa yang berasal keluarga tidak mampu serta termasuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena hal itu, sekolah rakyat dinilai menjadi mimpi baru anak-anak yang hampir putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi.
Gerindra Ingatkan Zakiyah-Najib Untuk Tidak Berleha-Leha
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria menceritakan bahwa selama masa penjaringan calon siswa,
pihaknya mengaku sedikit mengalami kesulitan lantaran banyak calon siswa yang lebih memilih lanjut bekerja setelah lulus SMP.
Bahkan, ia mengaku menemukan beberapa calon siswa yang sudah sempat putus sekolah ketika sedang menempuh pendidikan SMA/SMK.
“Selagi masih usia SMA, 15-21 tahun masih diterima sekolah rakyat, asal belum menikah ya. Ada beberapa kita menemukan ya, tapi memang kebanyakan yang baru lulus SMP sederajat sih,” kata Lela saat diwawancara pada Senin (14 Juli 2025).
Swiss-Belhotel International Sapa Pemulung di Taman Rahayu, Wujud Nyata Keakraban dan Kepedulian
Di Kabupaten Lebak sendiri, sekolah rakyat direncanakan bergulir pada Rabu (30 Juli 2025) mendatang, menyusul adanya sedikit perbaikan ruang kelas dan asrama pada lokasi sekolah yang hendak digunakan.
Saat ini, Lela menuturkan bahwa para siswa tengah mengikuti kegiatan masa pengenalan sekolah serta melaksanakan tes kesehatan. Sekolah rakyat di Lebak masuk dalam tahap 1B bersama 37 sekolah rakyat lain di seluruh Indonesia.
“Ada 100 lokasi sekolah rakyat di Indonesia, 63 lain sudah masuk asrama 14 Juli 2025, sementara di sini sarana masih dalam proses sehingga tidak memungkinkan anak-anak masuk asrama sekarang,” tutur dia.
Lela menerangkan bahwa sekolah rakyat itu sendiri nantinya akan menggunakan sistem boarding school. Para siswa akan tinggal di asrama, termasuk kepala sekolah, guru dan tenaga pendidikan.
Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan di Kota Serang Capai 21.845 Pegawai
Di tahun pertama ini, 10 siswa itu rencananya akan dibagi menjadi empat rombongan belajar atau rombel dengan 15 orang guru.
Ia juga menyebut, penggunaan gedung BPMP untuk sekolah rakyat di Lebak hanya bersifat sementara di tahun ajaran 2025/2026 sambil menunggu pembangunan gedung sekolah rakyat di Kecamatan Panggarangan selesai dibangun.
“Kabupaten Lebak sendiri mengusulkan lokasi gedung sekolah rakyat di Panggarangan dan sudah menghibahkan (lahan) seluas 10 hektare.
Kita juga sudah survei bersama Kementerian PU terkait kelayakan lahan itu,” jelasnya.
Datang Lebih Awal Saat Hari Pertama Sekolah di Kota Serang
Sementara salah satu calon siswa, Muhamad Jumri Mubarok menceritakan bahwa dirinya sengaja mendaftar ke sekolah rakyat karena tak ingin membebani orang tua.
Tak hanya, ia menilai sistem boarding yang diterapkan sekolah rakyat akan mampu membangun karakter positif untuk dirinya.
“Kebetulan orang tua kerjanya kuli, ada program sekolah ini ya saya daftar saja. Mudah-mudahan sekolah ini bisa jadi jalan saya untuk bisa sukses dan bantu ekonomi keluarga di masa depan nanti,” kata Jumri.
Meski harus terpisah dari orang tua nantinya, Jumri menyebut bahwa hal itu bukan menjadi masalah. Menurut alumni SMPN 1 Lebak Gedong itu, hal itu bisa melatih dirinya untuk bisa hidup mandiri. “Msemang awalnya orang tua yang dorong. Mudah-mudahan kalau dari restu orang tua, bisa diberkahi,” tandasnya. (Aldi)






