Banten Kekurangan Hewan Kurban

Banten Kekurangan Hewan Kurban
DIJUAL : Hewan kurban mulai diajakan penjual hewan kurban dadakan di Unyur, Kota Serang, Senin (27 April 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha pada Mei 2026, Provinsi Banten masih kekurangan ketersediaan hewan kurban.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, hewan kurban yang ada di Banten dipasok dari sejumlah daerah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Provinsi Banten Ari Mardiana mengungkapkan, estimasi kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten untuk Idul Adha 2026 mencapai 63.171 ekor.

Jumlah itu terdiri dari sapi potong, kerbau, kambing, dan domba. Namun, ketersediaan di lapangan baru mencapai 11.969 ekor, masih jauh di bawah angka kebutuhan.

BACA JUGA : Kabur Dari Lokasi Sabung Ayam, Warga Tewas Kelelahan

“Data menunjukkan kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, sementara ketersediaan masih sangat terbatas,” ujar Ari, Senin (27 April 2026).

Ari menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban tersebut, Banten masih dipasok dri sejumlah daerah. Arus masuk hewan kurban dari luar daerah ke Provinsi Banten menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten.

Tingginya ketergantungan pasokan dari luar wilayah dinilai membuka celah masuknya penyakit hewan, sehingga pengawasan diperketat di berbagai titik.

“Selain memastikan jumlahnya cukup, kami juga menjamin hewan kurban yang disalurkan dalam kondisi sehat dan layak sembelih sesuai syariat,” kata Ari.

BACA JUGA : Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Nasir menegaskan, setiap hewan kurban yang masuk ke Provinsi Banten wajib mengantongi sertifikat veteriner dari daerah asal.

Aturan ini tidak bisa ditawar sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyebaran penyakit.

“Hewan yang masuk harus memiliki sertifikasi veteriner yang dikeluarkan oleh dokter hewan setempat. Ini wajib ada, kalau tidak ada maka tidak diperbolehkan masuk,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban di Banten yang mencapai puluhan ribu ekor, khususnya sapi dan domba, belum dapat dipenuhi sepenuhnya oleh peternak lokal.

BACA JUGA : Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Berkelanjutan

Kondisi ini membuat pasokan dari daerah seperti Garut, Jawa Barat, tidak bisa dihindari dan terjadi setiap tahun.

Di sisi lain, tingginya mobilitas hewan ternak tersebut meningkatkan risiko penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi ancaman serius.

Untuk itu, tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) diterjunkan melakukan pemantauan intensif.

“Ada beberapa penyakit yang diwaspadai, termasuk juga mengantisipasi PMK kan selama ini yang menjadi persoalan,” ujarnya.

BACA JUGA : Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Pengawasan tidak hanya dilakukan di pintu masuk wilayah, tetapi juga menyasar lapak-lapak penjualan hewan kurban di kabupaten/ kota hingga 25 Mei mendatang.

Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan hingga kelengkapan dokumen kesehatan.

Meski masih bergantung pada pasokan luar daerah, pemerintah tetap mendorong penguatan peternak lokal.

Salah satunya melalui kebijakan khusus untuk bantuan hewan kurban Presiden yang seluruhnya harus berasal dari peternak Banten.

BACA JUGA : Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

“Kita sudah identifikasi kemarin, sudah memastikan dengan kabupaten/ kota untuk melihat di wilayah mana yang memang punya potensi sehingga nanti semua dari hasil peternak lokal Banten,” tegas Nasir.

Nasir juga mengungkapkan, tingginya kebutuhan hewan ternak di Banten tidak hanya terjadi saat Idul Adha, tetapi juga untuk konsumsi harian dan keperluan akikah.

Kedekatan wilayah dengan Jakarta turut mendorong tingginya permintaan pasar. (tohir)

Pos terkait