BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak menyebut, perputaran uang di masyarakat selama event Seba Baduy tahun 2026 tembus Rp1,7 miliar.
Angka itu berasal dari transaksi UMKM hingga akomodasi, seperti penginapan dan transportasi wisatawan yang berkunjung.
Kepala Disbudpar Lebak Yosep M Holis menyebut bahwa gelaran Seba Baduy itu sendiri dihadiri setidaknya 35 ribu pengunjung. “Event kebudayaan seperti Seba Baduy juga berdampak pada roda perekonomian masyarakat,” kata Yosep, Minggu (26 April 2026).
Untuk mendorong perputaran ekonomi itu juga, Yosep menyebut pihaknya turut menyiapkan 50 tenant yang diperuntukkan bagi UMKM untuk menawarkan produknya.
“Ada kuliner hingga souvenir yang ditawarkan di tidak tenant tersebut,” imbuhnya.
BACA JUGA : RSUD Adjidarmo Diduga Lambat Lakukan Pelayanan, Bayi Meninggal di Perut
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menargetkan tradisi budaya Seba Baduy 2026 mampu menembus 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI.
“Dari seluruh gelaran event budaya di Indonesia, kita targetkan masuk 10 besar,” kata Hasbi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menghadirkan program tarif super murah bagi wisatawan yang akan ke Baduy dari Serang dengan membayar Rp1.
Program ini resmi diluncurkan Gubernur Banten Andra Soni sebagai penutup rangkaian Seba Baduy 2026, di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (26 April 2026).
BACA JUGA : Pajak Kendaraan Listrik 25 Persen dari Mobil Konvensional
Tarif Rp1 tersebut berlaku untuk perjalanan bus Perum DAMRI rute Terminal Pakupatan Serang menuju Terminal Ciboleger, yang merupakan pintu masuk kawasan Baduy.
Namun perlu dicatat, tarif ini tidak berlaku setiap hari. Program hanya bisa dinikmati setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai 26 April hingga 31 Mei 2026.
Untuk mendapatkan tarif Rp1, masyarakat wajib menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. Artinya, penumpang cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang mendukung QRIS.
“Cukup bayar Rp1 pakai QRIS untuk satu kali perjalanan ke Ciboleger,” ujar Andra.
BACA JUGA : Nasabah Bank BJB Dapat Akses Eksklusif Suroboyo 10K
Menurutnya, program ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat ke destinasi wisata budaya sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.
Akses wisata ke Baduy kini semakin mudah dan masyarakat dapat memanfaatkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.
Ketua Partai Gerindra Provinsi Banten ini juga menambahkan bahwa tingginya minat kunjungan ke Baduy harus diimbangi dengan layanan transportasi publik yang memadai.
Karena itu, Perum DAMRI selaku penyedia angkutan umum perlu terus berbenah untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
BACA JUGA : Usut Tuntas Kasus Rancagede
Andra Soni menegaskan bahwa masyarakat adat Baduy bukan objek wisata, melainkan sumber nilai kehidupan. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan adat urang Kanekes sebagai tuntunan, bukan tontonan semata.
Pesan itu disampaikan Andra saat menerima 1.552 warga Baduy dalam kegiatan Seba Baduy 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. “Kita jadikan masyarakat adat Kanekes sebagai tuntunan,” tegasnya.
Andra menyebut kehadiran masyarakat adat Kanekes bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga membawa pesan penting tentang kehidupan.
Nilai-nilai seperti ketaatan terhadap aturan adat, kesederhanaan, dan komitmen menjaga alam dinilai sangat relevan di tengah tantangan modern saat ini.
BACA JUGA : SDS YPWKS IV Cilegon Bersinar dengan Karya dan Karakter di Hari Kartini
“Kami menerima saudara-saudara kita dari Desa Adat Kanekes sebanyak 1.552 orang, terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Seba merupakan puncak rangkaian adat setelah masyarakat Baduy menjalani puasa Kawalu selama tiga bulan.
Tahun ini, yang dilaksanakan adalah Seba Leutik, yang tetap sarat makna sebagai ajang silaturahmi masyarakat adat kepada pemerintah.
Lebih jauh, Andra mengungkapkan, adanya pesan khusus dari masyarakat Baduy terkait kondisi lingkungan yang perlu menjadi perhatian serius.
Pemerintah Provinsi Banten pun diminta untuk menjaga kelestarian hutan, sungai, dan gunung. Dia mengaku telah menginstruksikan jajaran terkait untuk menindaklanjuti pesan tersebut, khususnya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza Ma’ruf Moesa menyebut kemudahan pembayaran digital seperti QRIS menjadi kunci peningkatan kunjungan wisata.
Dengan sistem pembayaran digital yang mudah, diharapkan jumlah wisatawan yang datang ke Banten meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
General Manger Perum Damri Cabang Serang Maman Suparman menjelaskan, bus DAMRI di Provinsi Banten salah satunya melayani rute Serang–Ciboleger via Sajira, Cisimeut, dan Muncang, Kabupaten Lebak. Untuk tujuan dari dan ke Baduy, tersedia dua jadwal keberangkatan pada pagi dan siang hari.
“Keberangkatan dari Serang ke Ciboleger pagi pukul 05.30 dan 06.00, untuk kembali dari Ciboleger ke Serang pukul 12.00 dan 12.30,” ujarnya.
Program ini diharapkan bisa menjadi momentum peningkatan kunjungan wisata ke Baduy, sekaligus memperkuat digitalisasi ekonomi di Provinsi Banten.
Di lain pihak, Bupati Serang Hj Ratu Rachmatuzakiyah menerima kunjungan ribuan warga Baduy dalam rangkaian tradisi Seba Baduy di Pendopo Bupati Serang, Minggu (26 April 2026).
Pada kegiatan itu masyarakat adat Baduy menyampaikan pesan moral kepada Pemkab Serang untuk menjaga kelestarian alam dan terus mengingat masyarakat yang ada dibawah khususnya Suku Baduy.
Zakiyah mengaku senang walaupun baru pertama kalinya menerima kunjungan Suku Baduy sejak menjadi pimpinan daerah di Kabupaten Serang.
“Ini adalah kali pertama sejak saya menjadi pemimpin daerah. Kita tahu, Seba Baduy itu tradisi turun temurun yang sudah dilakukan setiap tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Seba Baduy adalah tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat adat Baduy untuk memberikan hasil bumi kepada pemerintah dan sebagai ungkapkan rasa syukur.
“Tentu selaku pemerintah daerah saya menyambut baik kedatangan para masyarakat Adat Baduy. Yang hadir di sini kurang lebih 300 orang,” katanya.
Zakiyah menuturkan, ada beberapa hal yang harus diteladani dari masyarakat Suku Baduy yang terus merawat tradisi dan melestarikan alam dan mampu hidup dengan kesederhanaan.
“Kemudian juga bagaimana mereka jujur dalam melakukan aktivitas kehidupan, Taat kepada atasannya baik puun dan Jaro. Artinya, itu yang saya rasa juga harus kita contoh,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes (Jaro Pamarentah) Jaro Oom menyoroti perubahan kondisi alam yang terjadi di wilayahnya.
Dia menyebut sejumlah elemen lingkungan mulai mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Jaro Oom mengungkapkan, kedatangan masyarakat Baduy kepada Gubernur Banten selaku Bapak Gede bertujuan untuk menyampaikan amanat agar menjaga keselarasan antara manusia dan alam di berbagai wilayah di Banten.
BACA JUGA : bank bjb Dukung Semarang Mountain Race 2026, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Ungaran
“Kami menegaskan komitmen untuk terus ngeraksa dan menjalankan aturan adat. Kami menjalankan ritual sakral untuk menyelamatkan gunung, sungai, dan hutan. Kami ngaraksa gunung ngarawat alam,” katanya.
Jaro Oom juga menyampaikan rencana ritual perawatan alam di sejumlah titik di luar wilayah Baduy, seperti di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje yang akan dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan lingkungan. (aldi/tohir/andika)






