BANTENRAYA.CO.ID – Nama Kota Cilegon kembali harum di kancah internasional. Siswa SMPN 2 Cilegon, Muhammad Fana Afiroza, berhasil meraih Honorable Mention peringkat kedua bidang informatika pada ajang International Junior Informatics Olympiad (IJIO) 2026 yang diikuti peserta dari 26 negara.
Kompetisi yang digelar secara daring pada 9 Mei 2026 itu diikuti peserta dari 26 negara. Tercatat sebanyak 1.893 peserta dari 236 sekolah ambil bagian dalam ajang tersebut.
Fana menjadi satu-satunya peserta asal Kota Cilegon yang berhasil berkompetisi dalam olimpiade tersebut.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga mengantarkan Fana mendapatkan undangan untuk mengikuti kompetisi lanjutan secara langsung di Uzbekistan pada akhir tahun 2026.
BACA JUGA : Nemuru Villa Ubud Anyer Hadirkan Hotel Super Nyaman
Putra dari Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkot Cilegon, Riezka Budhi Mustika, itu mengaku mengetahui informasi perlombaan dari sang ibu, Vica Lietha.
“Tau lombanya dari mamah, karena lihat dari media sosial. Daftarnya juga mepet H-7 penutupan,” katanya kepada Bantenraya.com, Minggu (7 Juni 2026).
Pengumuman hasil kompetisi disampaikan melalui email kepada masing-masing peserta pada pekan lalu. Fana mengaku tidak melakukan persiapan yang terlalu banyak sehingga tidak menyangka mampu meraih prestasi tersebut.
“Gak pernah nyangka menjadi juara Honorable Mention urutan ke 2 dari 26 negara, karena waktu kerjain soalnya udah pasrah, susah,” jelasnya.
BACA JUGA : Dewan Minta Rencana Pembangunan TPA Bojong Menteng Ditunda
Atas capaian tersebut, Fana memperoleh sertifikat IJIO 2026 yang dapat menjadi nilai tambah saat mendaftar ke perguruan tinggi internasional, seperti Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS).
“Jadi sertifikat Honorable Mention ini bisa jadi tiket pertimbangan untuk daftar NTU dan NUS nanti,” ungkapnya.
Tak hanya itu, prestasinya juga mengantarkan Fana mendapatkan undangan untuk mengikuti kompetisi IJIO secara luring di Uzbekistan pada Desember 2026 mendatang.
“Diundang ke Uzbekistan untuk lomba offline nya, dan gak semua bisa diundang secara langsung ke sana, hanya untuk yang nilainya memupuni,” tuturnya.
BACA JUGA : Tak Ada Uang Lembur Saat Tanggal Merah Indomaret Kompak Tutup
Dalam waktu dekat, Fana juga akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Cilegon pada Juni 2026. Ia mengaku telah mempersiapkan diri melalui latihan bersama guru di sekolah sejak dua bulan terakhir.
“Kalau untuk persiapan OSN IPS saya sudah berlatih di sekolah dengan guru dari 2 bulan yang lalu,” tandasnya.
Sementara itu, sang ibu, Vica Lietha, mengungkapkan bahwa dirinya memang aktif mencari informasi terkait pelatihan maupun perlombaan untuk putra sulungnya melalui media sosial. Ia pun tidak menyangka materi yang diujikan dalam kompetisi tersebut sudah setara dengan tingkat perkuliahan.
“Awalnya tau lomba ini karena cari sendiri di media sosial, Fana belajarnya ekstra sambil konsultasi ke guru di Coding Next dan ternyata materi lombanya itu untuk anak kuliahan,” ungkapnya.
BACA JUGA : Anggota Brimob Dikapak Debt Collector
Terkait undangan ke Uzbekistan, Vica mengakui keluarga harus menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk biaya keberangkatan.
Pasalnya, kompetisi tersebut tidak masuk dalam program yang dibiayai pemerintah sehingga seluruh biaya harus ditanggung secara mandiri.
“Kalau ke Uzbekistan Desember akhir tahun ini butuh biaya yang cukup besar, tapi kita ikhtiar dulu untuk ke sana. Semoga ada jalannya,” harapnya.
Meski sertifikat IJIO 2026 berpotensi menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus ternama dunia, Vica menegaskan bahwa keluarga tetap memberikan kebebasan kepada Fana untuk menentukan masa depannya sendiri.
BACA JUGA : Pemkab Serang Potong 1.000 Hewan Kurban
“Sertifikat ini untuk pegangan dulu, tapi kami sebagai orang tua memberikan kesempatan untuk Fana untuk eksplor diri sendiri, termasuk keinginan kuliahnya di mana,” tandasnya. (Tia Fatimah)





