Mahasiswa KKM Kelompok 10 Kemanisan Uniba Gelar Edukasi Penanggulangan Bencana di SD Kubang

Siswa SD Negeri Kubang, Kelurahan Kemanisan, Kota Serang foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa KKM Kelompok 10 Kemanisan Uniba usai diedukasi soal penanggulangan bencana, Selasa, 28 Juli 2026.

BANTENRAYA.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM Kelompok 10 Kemanisan Universitas Bina Bangsa (Uniba) melakukan edukasi penanggulangan bencana kepada siswa SD Negeri Kubang, Kelurahan Kemanisan, Kota Serang, Selasa, 28 Juli 2026.

BACA JUGA: Mahasiswa UNIBA Gelar Sosialisasi Penerapan Pola Hidup Sehat dalam Upaya Menekan Risiko Obesitas pada Keluarga

Kegiatan yang diikuti oleh 40 siswa kelas V C itu, bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi.

Bacaan Lainnya

 

Hadir pada kesempatan itu, Narasumber Kebencanaan Sri Wahyuni dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ade Rahayu Prihartini.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberian edukasi yang aplikatif dan relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

 

Dalam pemaparannya, Sri Wahyuni menjelaskan pentingnya penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

BACA JUGA: KKM 45 Uniba Adakan Acara Seminar UMKM dan Teknologi yang Berhasil Sita Perhatian Kepala Desa

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan risiko bencana di lingkungan sekolah, pemahaman mengenai jalur evakuasi, prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, serta pentingnya kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

 

Selain penyampaian materi, para siswa juga mengikuti simulasi evakuasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi.

 

Dalam simulasi tersebut, siswa diajarkan untuk tetap tenang, melindungi kepala dari benda yang berpotensi jatuh, menjauhi kaca atau benda berbahaya, tidak berlari maupun saling mendorong saat proses evakuasi, serta segera menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami cara menerapkan prosedur keselamatan secara tepat dalam situasi darurat.

 

“Pendidikan kebencanaan merupakan investasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang tangguh terhadap bencana,” kata Sri.

BACA JUGA: Penerimaan Mahasiswa KKM Kelompok 72, Momentum Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Damping

Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki potensi terdampak berbagai jenis bencana sehingga seluruh warga sekolah perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, dan penyelamatan diri.

 

Wali kelas V C SD Negeri Kubang Neneng Tri Wulan Sari mengapresiasi kegiatan edukasi penanggulangan bencana yang diinisiasi mahasiswa KKM kelompok 10 Kemanisan Uniba.

 

“Kami mendukung penuh kegiatan edukasi ini. Kami para guru mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, mulai dari penyampaian materi hingga pelaksanaan simulasi evakuasi,” ujarnya.

Keterlibatan aktif para guru ini, lanjut Neneng, menjadi bagian penting dalam memastikan materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik sekaligus menjadi bekal untuk menanamkan budaya sadar bencana secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

 

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKM Kelompok 10 Kemanisan Uniba Ade Rahayu Prihartini menilai, edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat ketika menghadapi situasi bencana.

 

“Semoga sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Selain itu, Ade berharap, para siswa mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah keluarga.

 

“Edukasi sejak usia dini diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih peduli, tanggap, dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk meminimalkan risiko apabila terjadi bencana,” pungkasnya. ***

Pos terkait