Pawai Budaya Kota Serang Didorong Tembus Mancanegara

Pawai Budaya Kota Serang Didorong Tembus Mancanegara
MELEPAS PAWAI: Walikota Serang Budi Rustandi menyampaikan sambutan membuka acara pawai budaya di Royal Baroe, Kota Serang, Senin (17 Agustus 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar Pawai Budaya sebagai rangkaian peringatan HUT ke-19 Kota Serang, dan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Senin malam (17 Agustus 2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pawai Budaya kali ini menjadi yang pertama digelar di kawasan Royal Baroe sekaligus dilaksanakan pada malam hari.

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ribuan warga telah memadati Jalan Sultan Ageng Tirtayasa hingga Jalan Juhdi sejak selepas magrib untuk menyaksikan kemeriahan pawai budaya tersebut.

Tahun ini, peserta pawai budaya juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya didominasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD),

BACA JUGA : Pendapatan Ditarget Cuma Rp9,5 Triliun

kali ini keterlibatan diperluas dengan menghadirkan berbagai unsur kebudayaan, mulai dari pegiat seni, peguron, sanggar, kecamatan, OPD, satuan pendidikan tingkat SMP dan SMA, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Ribuan peserta memulai perjalanan dari kawasan Tamansari, kemudian melintasi Jalan Sultan Ageng Tirtayasa menuju panggung kehormatan (VVIP) yang berada di pertigaan Jalan Juhdi.

Di panggung kehormatan, Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama istrinya Arfina, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia bersama istrinya Annisa, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, para Asisten Daerah (Asda), Staf Ahli Wali Kota (SAW), serta kepala OPD menyaksikan langsung penampilan para peserta.

Dalam pawai tersebut, peserta menampilkan beragam atraksi, mulai dari pakaian adat Nusantara, tarian daerah, debus, marching band, kostum kreasi unik, hingga replika ayam jago dan menara Banten.

BACA JUGA : 437 Pramuka Banten Berangkat ke Jambore Nasional

Wali Kota Serang Budi Rustandi mendorong agar kebudayaan Kota Serang terus berkembang dan semakin dikenal luas, bahkan hingga tingkat mancanegara.

Menurutnya, Pawai Budaya bukan hanya menjadi kegiatan untuk memeriahkan hari jadi Kota Serang, tetapi juga menjadi ruang bersama dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.

“Pawai Budaya ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk melestarikan budaya Kota Serang,” ujar Budi, kepada Banten Raya.

Budi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, menunjukkan bahwa budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Serang.

BACA JUGA : Wagub Dorong Anak Muda Gencarkan Promosi Pariwisata Banten

Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun Kota Serang yang maju sekaligus memiliki identitas budaya yang kuat.

“Harapannya, kebudayaan Kota Serang bisa terus maju dan berkembang, dikenal di berbagai daerah, bahkan sampai ke tingkat internasional,” tuturnya.

Budi menegaskan, upaya memperkenalkan budaya Kota Serang ke luar daerah bukan sekadar wacana. Ia menyebut pernah membawa batik Kota Serang ke luar negeri sebagai bagian dari promosi budaya daerah.

“Saya juga pernah membawa batik Kota Serang ke luar negeri. Ini menjadi bagian dari semangat saya untuk terus memajukan dan memperkenalkan budaya Kota Serang,” tandas dia.

BACA JUGA : Gubernur Pastikan Tak Ada Titipan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, Pawai Budaya 2026 mendapat sambutan besar dari masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 104 peserta dengan jumlah keseluruhan hampir 1.200 orang.

Pawai tahun ini mengusung tema Saungpatok, yang disebut sebagai salah satu warisan kebudayaan Kota Serang dan memiliki keterkaitan dengan ayam sebagai simbol budaya.

Menurut Nuri, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ruang kebudayaan di Kota Serang.

“Melalui Pawai Budaya ini, kami berharap kebudayaan yang ada di Kota Serang semakin hidup dan terus berkembang,” ujar Nuri.

BACA JUGA : 100 Ribu Pekerja Formal Beralih ke Informal

Ia menyampaikan, ke depan Pawai Budaya akan diarahkan menjadi agenda tahunan yang digelar di kawasan Royal Baroe.

“Event tahunan ini akan terus kita laksanakan. Selain itu, kami juga akan menyiapkan kalender kebudayaan untuk mengisi Royal Baroe dengan berbagai kegiatan,” katanya.

Nuri menilai, Royal Baroe tidak hanya perlu dikenal sebagai kawasan perdagangan, tetapi juga harus memiliki ruang bagi aktivitas kebudayaan agar memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Royal Baroe jangan hanya identik dengan transaksi perdagangan. Kita ingin ada nilai kebudayaan yang terus mengisi kawasan ini,” terang Nuri.

BACA JUGA : Ribuan Karyawan PHK Massal

Ia menegaskan, Royal Baroe merupakan salah satu simpul kultural Kota Serang. Karena itu, berbagai kegiatan budaya akan terus dihadirkan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas kebudayaan di kawasan tersebut.

Menurutnya, pembangunan Kota Serang harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan kultur masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya berbicara soal struktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan kultur. Di situlah keseimbangannya,” tandasnya. (harir)

Pos terkait