Sakit Hati, Bocah SMA Bunuh Pegawai BRILink Pakai Palu

Sakit Hati, Bocah SMA Bunuh Pegawai BRILink Pakai Palu
OLAH TKP: Kepolisian melakukan olah TKP pembunuhan dan perampokan sadis di BRILink Pabuaran, Sabtu (5 Juli 2025).

BANTENRAYA.CO.ID – Diduga sakit hati, MDR alias Doni (17) nekat menghabisi Ipat (26) pegawai BRILink yang berlokasi di Kampung Kadu Kecapi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, pada Sabtu (5 Juli 2025).

Ipat dihabisi nyawa oleh Doni memakai palu. Selain membunuh, uang Rp10 juta milik korban juga raib dibawa pelaku.

Kapolsek Pabuaran Iptu Suwarno mengatakan, pembunuhan sadis itu diketahui sekitar pukul 13.30, oleh dua orang saksi yakni Husen (43) dan Mumu (35), yang hendak menjenguk korban di rukonya.

Bacaan Lainnya

“Warga menemukan korban dalam kondisi tergeletak terlentang di dalam etalase ruko milik BRILink, dengan keadaan Palu masih tertancap di wajah dan mata korban,” katanya saat dikonfirmasi Sabtu (5 Juli 2025).

Gunakan Dua Bahasa, Shohibul Muslimin Cetak Murid Berbakat

Suwarno menerangkan, dalam penyelidikan korban diduga diserang oleh pelaku yang melancarkan aksinya seorang diri.

Saat di lokasi, pelaku membawa sepeda motor jenis Honda Beat warna silver-putih.

“Dari lokasi, pelaku membawa kabur uang tunai milik korban sekitar Rp10 juta,” terangnya.

Suwarno menambahkan dari lokasi kejadian, kepolisian mengamankan barang bukti, Palu dan tumpukan uang pecahan Rp2.000 sekitar Rp20.000.

Guru Tuntut Pembayaran Tunjangan Tambahan

“Tim dari Polsek Pabuaran bersama Unit Reskrim dan Identifikasi Polresta Serang Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” tambahnya.

Suwarno menerangkan dari hasil penyelidikan, beberapa jam setelah korban dievakuasi ke Rumah Sakit, kepolisian berhasil mengamankan seorang remaja berinisial MDR (17) warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. “Pelaku melakukannya seorang diri,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pabuaran Ipda Wildan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan diduga karena pelaku sakit hati dengan korban yang kerap mengejeknya.

“Sering diejek sama korban. Itu yang memicu amarahnya,” katanya.

Miliki Kolase, Spenda Sekolah Juara Peduli Lingkungan dan Kesehatan

Wildan menjelaskan, lantaran pelaku masih anak di bawah umur, tersangka telah diserahkan ke Polresta Serang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan saat ini kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.

“Kepastian apakah ini masuk pembunuhan berencana atau bukan, akan ditentukan dalam gelar perkara di Polresta Serang,” jelasnya. (darjat)

Pos terkait