Warga Gunung Batur Jalan Kaki ke Hutan Cari Sumber Air

Warga Gunung Batur Jalan Kaki ke Hutan Cari Sumber Air
SUSAH AIR: Suasana warga Gunung Batur Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, yang sedang mengambil air di sungai, Senin (20 Juli 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Warga di Lingkungan Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, sejak empat bulan terakhir ini mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Krisis air bersih terjadi karena musim kemarau. Hal ini menyebabkan warga Gunung Batur harus mencari sumber mata air sampai ke hutan.

Warga Gunung Batur, Maiah menerangkan, dirinya bersama warga yang lain harus menyusuri area hutan untuk mendapatkan air bersih dari sungai. “Kalau jalan kaki ke hutan buat cari air bersih itu bisa 1 kilometer,” terangnya, Senin (20 Juli 2026).

Bahkan beberapa sungai di wilayah Gunung Batur ikut mengering karena dampak kekeringan musim kemarau yang berkepanjangan.

BACA JUGA : bank bjb Permudah Pecinta Lari Raih Tiket Tangerang 10K Melalui Program Tabungan

Setiap satu orang membawa sebanyak 2-4 galon untuk dapat diisi air dari sumber mata air di wilayah Gunung Batur. “Biasanya isi satu galon air penuh dari sumber mata air itu butuh waktu 3 jam,” ujarnya.

Meski mengambil air dari sungai, tetapi tak setiap orang dapat mengambil air tersebut secara bebas, karena terdapat jam tertentu. “Satu hari itu ada shift ambil airnya.

Ya satu shift itu cuma boleh 8 orang saja, dan ambil airnya dibatas dari jam 6 pagi sampai 6 sore saja,” jelasnya.

Bahkan banyak warga Gunung Batur yang rela menginap di sekitar sumber mata air tersebut untuk dapat mengambil air lebih dulu esok hari.

BACA JUGA : Mengenang Kejayaan SMA 17 Serang Sering Tawuran, Banyak Prestasi

“Saya atau warga lain pernah menginap juga di dekat sini (sumber mata air) supaya bisa memenuhi air di rumah,” tuturnya.

Menurutnya, mengambil air dari sumber mata air menjadi rutinitas setiap tahun yang dilakukan oleh warga Gunung Batur.

“Ya sudah biasa kami begini setiap tahun, kalau bukan karena gak ada air kami juga gak akan cari air begini,” tandasnya.

Jamiah, warga Gunung Batur lainnya mengungkapkan, air yang diambil dari sumber mata air itu akan digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. “Ya air ini untuk kebutuhan sehari-hari saja, kayak buat masak, mandi, minum,” ungkapnya.

BACA JUGA : Benahi Irigasi, Banten Diguyur Rp1 Triliun

Saat disinggung mengenai bantuan air yang diberikan oleh Pemerintah Kota Cilegon, ia mengaku bantuan tersebut tetap kurang.

“Masih butuh bantuan, kalau dari pemkot itu bantuannya setiap satu minggu sekali. Satu kepala keluarga dapatnya cuma 2 galon saja,” jelasnya.

Sementara itu, pihak BPBD Cilegon belum dapat dihubungi untuk konfirmasi mengenai krisis air bersih yang terjadi di Lingkungan Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. (tia)

Pos terkait