BANTENRAYA.CO.ID – Proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang terus menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai jadwal. Proyeksi revitalisasi yang menyedot anggaran sebesar Rp50 miliar ini dibagi dalam empat zona, dan ditarget rampung pada akhir Desember 2026.
Kabid Cipta Karya dan Bina Konstruksi DPUPR Kota Serang Dadan Priatna mengatakan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang pengerjaannya selama 200 hari kerja atau sekitar tujuh bulan kurang 10 hari.
“Surat perintah mulai kerjanya 15 Juni sampai dengan 31 Desember,” ujar Dadan, kepada Banten Raya, Senin (20 Juli 2026).
Ia menuturkan, dalam satu bulan ini tahap 1 yang dimulai dari tanggal 15 Juni sampai 15 Juli 2026 sudah beberapa tahapan yang sudah dilakukan pekerjaannya.
BACA JUGA : Eksploitasi Tambang Batu di Bojonegara Berpotensi Meluas ke Purwakarta
Pertama pekerjaan persiapan sudah dilaksanakan seperti pembongkaran Gedung Olahraga (GOR), lapangan tenis, tugu monumen, lapangan olahraga, area bermain anak, pembongkaran pedestrian dan u dit atau saluran exciting yang lama.
“Ini masih kita bicarakan. Apakah nanti itu ada perubahan di NC atau bagaimana nanti kita bahas dulu di internal. Jadi intinya untuk tahap pertama persiapan, kemudian pembongkaran,” ucap dia.
Dadan menjelaskan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang terdapat empat zona. Zona 1, zona 2, zona 3 dan zona 4. Empat zona tersebut dilakukan secara bersamaan di semua titik zona atau di titik pekerjaan masing-masing.
“Sekarang ini kita fokus ke struktur untuk food court. Pondasi-pondasi food court kemudian pondasi untuk lapangan tenis, pondasi air mancur menari, sekarang juga lagi fokus membenahi saluran atau u dit atau pedestrian yang sedang kita gali.
BACA JUGA : Tanjung Lesung Aman Dikunjungi Wisatawan
Kemudian kita juga sedang melakukan buangan-buangan keluar masuk kendaraan proyek untuk buangan puing setelah pembongkaran tadi,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa dalam proses revitalisasi Alun-alun Kota Serang ini terdapat kendala, karena lokasinya yang berada di pusat kota.
Dadan menyebutkan, kendala tersebut terkait sirkulasi atau keluar masuk kendaraan proyek bertemunya dengan pengguna jalan masyarakat umum.
“Jadi masih ada kendala sedikit. Nggak terganggu sih cuma sirkulasinya. Tapi tetap berjalan insyaa Allah nggak ada masalah.
BACA JUGA : Benahi Irigasi, Banten Diguyur Rp1 Triliun
Jadi memang karena pekerjaannya yang berbarengan tidak bertahap, tapi berbarengan baik dari zona 1 sampai dengan zona 4, baik itu yang di Alun-alun Barat dan juga Alun-alun Timur ini kita laksanakan bersamaan,” beber Dadan.
Disinggung progres pelaksanaan revitalisasi Alun-alun Kota Serang, ia mengaku pihaknya masih menghitung progres hasil pengerjaannya, karena masih tahap awal.
“Sekarang ini kita masih ngitung. Jadi belum bisa disampaikan berapa persentasinya. Kita masih menunggu sampai dengan Minggu ini in syaa Allah.
Tapi berjalan terus pekerjaannya ini masih tahap awal dan perkembangan akan terus disampaikan secara publik,” kata dia.
BACA JUGA : Zakiyah Rotasi Besar-besaran Pejabat Eselon III dan IV
Dalam pengerjaan tahap 1, kata Dadan, ditemukan drainase (saluran) yang terpasang.
Temuan drainase itu berawal dari proses pembongkaran dan penggantian lantai pedestrian keramik. Setelah ditemukan drainase yang terpasang, banyak sekali sedimentasi di saluran lama tersebut.
Diperkirakan drainase lama itu dibangun sekitar tahun 2010/2011 untuk membuka jalur lambat sebagai tempat parkir Alun-alun kala itu.
“Kita bangun saluran waktu itu. Nah sekarang kita sedang tahap pembongkaran, penggantian pedestrian tadi atau trotoar.
BACA JUGA : Selalu Libatkan Pengusaha Lokal, PT Asahimas Chemical Banjir Apresiasi
Nah kebetulan jadinya setelah dilihat itu banyak sekali temuan sedimen di situ. Luar biasa tebalnya itu harus diambil, dikeruk.
Mengenai itu eksisting yang menjadi temuan saluran tadi itu, nanti juga akan dibahas. Apakah pergantian atau bagaimana nanti diinformasikan lagi,” katanya.
Ia menyebutkan, total anggaran revitalisasi Alun-alun Kota Serang sebesar Rp50 miliar yang terdiri dari pembangunan dan penataan fisik Alun-alun sebesar Rp 48,5 miliar dan Rp1,5 miliar untuk pengawasannya.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang masih terus berproses. “Progresnya masih terus berproses,” ujar Iwan, kepada Banten Raya.
Selalu Libatkan Pengusaha Lokal, PT Asahimas Chemical Banjir Apresiasi
Perihal temuan drainase yang terpasang, ia menjelaskan, pihaknya akan mengkaji ulang drainase tersebut masih berfungsi atau tidak dan fisiknya masih bagus atau tidak.
“Kalau misalkan masih berfungsi dengan baik dan kondisi fisiknya masih bagus yang ada dalam RAB akan kita alihkan dengan spesifikasi atau jenis kegiatan yang tidak terakomodir,” jelas dia.
Iwan menegaskan, temuan drainase lama yang terpasang tesebut tidak akan menghambat proses pelaksanaan revitalisasi Alun-alun Kota Serang.
“Nggak. Justru akan lebih terbantu. Justru kalau fisiknya masih bagus fungsinya masih bagus lebih terbantu,” tegasnya.
Ia menerangkan, progres revitalisasi Alun-alun Kota Serang yang sudah berjalan antara lain pembongkaran, persiapan, dan tengah pemasangan pondasi untuk item-item selanjutnya.
Item-item itu yakni saluran, persiapan untuk jogging track, pembongkaran gedung GOR sudah selesai, pembongkaran pagar sudah berjalan.
“Sekarang fokus pengerjaannya semua. Nggak fokus satu-satu tapi menyeluruh di 4 zona,” terang Iwan.
Iwan menjelaskan, 4 zona yang tengah digarap itu yakni zona 1 area lapangan upacara, zona 2 kawasan air mancur, zona 3 dan 4 meliputi fasilitas pendukung modern seperti food court, area bermain anak yang ramah anak, lapangan tenis, jalur lari (jogging track) dan gedung parkir lima lantai. (harir)





